Seperti yang sudah pernah dijelaskan sebelumnya bahwa indikator fibonacci retracement ini bisa sangat subyektif.

Meskipun indikator ini sangat berguna, namun penerapannya dalam trading tidak bisa digunakan sebagai indikator tunggal.

Ibarat mantan bintang pemain basket NBA, Kobe Bryant. Kobe adalah salah satu pemain basket terhebat di masanya, namun kobe tetap saja tidak akan mampu menjadi hebat tanpa adanya bantuan pemain-pemain lain.

Sama halnya dengan indikator Fibonacci retracement harus digunakan bersamaan dengan indikator lainnya. Di sesi ini, kita akan menggabungkan semua indikator yang telah telah pelajari untuk membantu melakukan trading.

Fibonacci retracement + support dan resistance

Salah satu cara menggunakan indikator fibonacci retracement adalah menentukan titik potensial level support dan resistance kemudian melihat apakah level-level itu sinkron dengan fibonacci retracement.

Jika level fibonacci telah menjadi level support dan resistance, kemudian dikombinasikan dengan area harga yang paling dilirik, maka pantulan di area ini memiliki peluang lebih akurat.

Contoh penerapan kombinasi antara level support dan resistance dengan fibonacci retracement terhadap grafik harian USD/CHF bisa dilihat dibawah ini.

Seperti yang terlihat bahwa kondisi pasar sedang uptrend, jika candlestick berwarna hijau maka Anda pasti ingin masuk pasar dengan membuka posisi beli.

Tetapi pertanyaannya adalah, "kapan waktunya entri?" dengan menggunakan fibonacci retracement maka pertanyaan ini akan terjawab.

Dengan harga 1.0132 tanggal 11 Januari sebagai swing low dan harga 1.0899 tanggal 19 Februari sebagai titik swing high maka Anda akan mendapat grafik yang sangat cantik seperti dibawah ini.

Sekarang kita memiliki sebuah kerangka kerja untuk menentukan daerah yang tepat untuk membuka posisi dan siap menjawab pertanyaan "di level harga mana seharusnya tepat untuk entri pasar?"

Setelah menemukan bahwa titik harga 1.0510 adalah level resistance yang bagus dan juga kebetulan sinkron dengan level fibonacci retracement 50%.

Jika level resistance ini dapat ditembus yang kemudian menjadi level support, ini adalah area harga yang tepat untuk membuka posisi beli.

Jika posisi diatur di area level fibonacci 50% maka Anda akan mendapatkan keuntungan yang memuaskan.

Akan ada saat-saat menegangkan yaitu pada tanggal 1 April dimana harga mencoba untuk menembus level support (50%) yang pada akhirnya gagal dan meneruskan trend hingga melewati titik swing high.

Anda juga dapat menerapkan indikator ini dengan posisi saat downtrend. Intinya Anda harus menemukan sebuah area harga yang signifikan di periode sebelumnya.

Jika dipikir ulang, ada kesempatan besar untuk harga memantul dari area tersebut.

Mengapa?

Pertama, seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya bahwa level support dan resistance adalah sebuah area harga yang tepat untuk membuka posisi beli-jual karena banyak trader mengamati area ini seperti seekor elang.

Kedua, kita tahu bahwa banyak trader menggunakan indikator fibonacci retracement, indikasinya adalah banyak trader yang juga membuka posisi di masing-masing level harga.

Dengan banyaknya trader yang melihat level support dan resistance maka dapat dipastikan akan banyak order di level tersebut.

Walaupun tidak ada jaminan harga akan memantul sesuai perkiraan tetapi setidaknya Anda mempunyai sebuah keyakinan untuk membuka sebuah posisi harga.

Hal yang perlu diingat, semua yang dilakukan adalah untuk meningkatkan akurasi dengan mengikuti arah trend serta tidak ada hal yang pasti di dalam pasar untuk itu selalu lakukan manajemen risiko dalam trading.