Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading

ISM Index

Apa Itu ISM Index?

ISM (Institute for Supply Management) Index itu semacam termometer atau alat ukur yang ngasih tahu kita seberapa sehat sih sektor manufaktur di Amerika Serikat. Bayangin aja, manufaktur itu kan tulang punggung ekonomi. Kalau pabrik-pabrik sibuk bikin barang, berarti permintaan banyak, ekonomi jalan, dan uang berputar. Nah, ISM Index ini tugasnya ngukur "kesibukan" itu.

Gimana cara ngukurnya? Mereka survei para manajer pembelian (purchasing managers) di berbagai perusahaan manufaktur. Kenapa manajer pembelian? Karena mereka ini yang paling tahu kondisi di lapangan. Mereka yang mutusin beli bahan baku berapa, rekrut karyawan baru atau enggak, produksi mau ditingkatin atau dikurangin.

Angka-angka dari survei ini kemudian diolah. Kalau nilai indeksnya di atas 50, itu sinyal bagus! Artinya sektor manufaktur lagi ekspansi alias tumbuh dan berkembang. Tapi kalau di bawah 50, hmm, itu sinyal kontraksi atau penurunan aktivitas. Jadi, gampang kan ngertinya? Angka 50 ini ibarat garis tengahnya. Karena punya indikator yang jelas, ISM Index sering banget dipakai buat analisa fundamental loh!

Pengunaan ISM Index

ISM Index digunakan dalam beberapa cara yang berguna dalam analisis ekonomi dan keputusan bisnis, antara lain:

1. Indikator Kesehatan Ekonomi

ISM Index membantu dalam menilai kesehatan sektor manufaktur, yang merupakan bagian penting dari ekonomi AS. Nilai di atas 50 menunjukkan pertumbuhan, sementara di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Ini memberikan gambaran langsung tentang arah pertumbuhan ekonomi.

2. Prediksi Perubahan Ekonomi

Perubahan dalam nilai ISM Index bisa menjadi indikasi awal tentang perubahan arah ekonomi. Jika nilai indeks naik atau turun secara signifikan, hal itu bisa menjadi sinyal perubahan yang akan datang dalam tingkat aktivitas manufaktur dan ekonomi secara keseluruhan.

3. Pengaruh Kebijakan Moneter

Pemerintah dan bank sentral dapat menggunakan ISM Index sebagai salah satu faktor dalam mengevaluasi kinerja ekonomi. Nilai ISM dapat memengaruhi keputusan tentang kebijakan moneter, seperti menaikkan atau menurunkan suku bunga.

4. Pengambilan Keputusan Bisnis

Perusahaan dapat menggunakan ISM Index untuk membuat keputusan strategis terkait produksi, persediaan, dan rencana ekspansi. Nilai ISM dapat menjadi petunjuk tentang permintaan masa depan, memengaruhi keputusan manajemen terkait investasi dan operasi.

5. Perkiraan Pasar Keuangan

Investor dan trader dapat menggunakan ISM Index untuk meramalkan pergerakan pasar keuangan, terutama dalam industri-industri yang terkait dengan sektor manufaktur. Nilai ISM dapat mempengaruhi harga saham, nilai tukar mata uang, dan pasar obligasi.

6. Monitoring Ketidakpastian Ekonomi

ISM Index memberikan pandangan tentang tingkat ketidakpastian dalam sektor manufaktur. Fluktuasi nilai indeks bisa menunjukkan perubahan sentimen dan ekspektasi bisnis yang dapat mempengaruhi keputusan investasi dan strategi bisnis.

Cara Menghitung ISM Index

1. Survei dan Pertanyaan

ISM melakukan survei kepada para manajer pembelian yang mewakili berbagai industri manufaktur. Mereka diminta untuk memberikan respons terhadap beberapa pertanyaan terkait kondisi bisnis dan ekonomi di perusahaan mereka.

2. Komponen Survei

Survei ini mencakup beberapa komponen utama yang mencerminkan aktivitas manufaktur, seperti pesanan baru, produksi, ketersediaan stok, pengiriman supplier, dan tenaga kerja.

3. Indeks Sub-Komponen

Setiap komponen survei diberi bobot tertentu dan dihitung untuk membentuk sub-indeks masing-masing. Misalnya, jika ada 10 komponen, setiap komponen diberi bobot yang sama atau berbeda tergantung pada tingkat pentingannya.

4. Penghitungan Indeks Utama

Setelah mendapatkan data dari survei dan sub-indeksnya, ISM menghitung indeks utama (ISM Index) dengan mengambil rata-rata tertimbang dari semua sub-indeks. Nilai indeks ini kemudian dibandingkan dengan titik acuan (biasanya 50), di mana nilai di atas 50 menunjukkan pertumbuhan, sementara di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

5. Publikasi Hasil

Hasil dari penghitungan ini kemudian dipublikasikan setiap bulan untuk memberikan pandangan tentang kondisi manufaktur Amerika Serikat.

Contoh ISM Manufacturing Index

Jika kita mengasumsikan sebuah ISM Manufacturing Index bulan lalu adalah 55, kita bisa memberikan gambaran interpretasi:

  • Angka 55 ini jelas di atas level 50. Ini sinyal kuat bahwa sektor manufaktur AS sedang tumbuh alias ekspansi.

  • Angka tersebut menunjukkan aktivitas manufaktur yang relatif kuat pada bulan itu. Artinya, pabrik-pabrik lagi sibuk, pesanan banyak, produksi lancar, dan mungkin ada penambahan tenaga kerja.

  • Kalau angka 55 ini ternyata naik dari bulan sebelumnya (misalnya bulan lalu 52), itu indikasi yang lebih positif lagi. Artinya, aktivitas manufaktur bukan cuma tumbuh, tapi pertumbuhannya meningkat!

Sebaliknya, kalau angkanya 48, itu artinya sektor manufaktur lagi kontraksi alias lesu. Semakin jauh di bawah 50, semakin lesu kondisinya.

Daftar Isi

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.