Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading

Crossover

Pengertian Crossover dalam Trading

Crossover terjadi ketika dua garis tren—yang biasanya merupakan moving averages (MA) dari harga saham—bersilangan. Dalam konteks ini, moving average adalah rata-rata harga saham selama periode waktu tertentu yang bergerak seiring dengan perubahan harga terbaru. Crossover dapat memberikan sinyal bullish (menunjukkan potensi kenaikan harga) atau bearish (menunjukkan potensi penurunan harga), tergantung pada arah silangan tersebut.

  • - Crossover Naik: Terjadi ketika moving average jangka pendek melintasi di atas moving average jangka panjang, mengindikasikan potensi awal dari tren naik.

  • - Crossover Turun: Terjadi ketika moving average jangka pendek melintasi di bawah moving average jangka panjang, mengindikasikan potensi awal dari tren turun.

Jenis Crossover Trading

1. Crossover Golden (Golden Cross)

Crossover golden terjadi ketika moving average jangka pendek (misalnya, MA 50 hari) melintas di atas moving average jangka panjang (misalnya, MA 200 hari). Ini dianggap sebagai sinyal bullish yang menunjukkan bahwa harga saat ini bergerak naik lebih cepat daripada rata-rata historisnya, dan mungkin menandakan awal dari tren naik jangka panjang. Trader sering melihat ini sebagai waktu yang baik untuk memasuki pasar dengan ekspektasi harga akan terus naik.

2. Crossover Death (Death Cross)

Crossover death adalah kebalikan dari crossover golden. Ini terjadi ketika moving average jangka pendek (seperti MA 50 hari) melintas di bawah moving average jangka panjang (seperti MA 200 hari). Ini dianggap sebagai sinyal bearish yang menunjukkan bahwa harga saat ini bergerak turun lebih cepat daripada rata-rata historisnya, dan mungkin menandakan awal dari tren turun jangka panjang. Trader sering melihat ini sebagai sinyal untuk menjual atau untuk mempertimbangkan posisi short, dengan ekspektasi harga akan terus turun.

Kapan Crossover Terjadi?

Crossover terjadi ketika dua garis moving averages—mewakili periode waktu yang berbeda—bersilangan. Momen ini dianggap signifikan karena mengindikasikan perubahan dalam momentum harga. Namun, penting untuk diingat bahwa sementara crossover dapat memberikan sinyal yang berguna, mereka harus digunakan bersama dengan alat analisis teknikal lainnya untuk mengkonfirmasi tren dan untuk strategi manajemen risiko yang efektif.

Strategi Crossover

1. Strategi Golden Cross dan Death Cross

Strategi yang paling umum dalam trading dengan menggunakan konsep crossover adalah Golden Cross dan Death Cross.

  • - Golden Cross: Terjadi ketika moving average jangka pendek (misalnya, MA 50 hari) melintasi di atas moving average jangka panjang (misalnya, MA 200 hari). Ini dianggap sebagai sinyal bullish yang kuat, menandakan bahwa harga saat ini berpotensi akan terus naik.

  • - Death Cross: Kebalikan dari Golden Cross, terjadi ketika moving average jangka pendek melintasi di bawah moving average jangka panjang. Ini dianggap sebagai sinyal bearish, menandakan bahwa harga saat ini berpotensi akan terus turun.

2. Strategi Moving Average Crossover

Strategi lainnya adalah menggunakan kombinasi dari dua moving averages dengan periode yang berbeda, seperti MA 10 hari dan MA 50 hari. Ketika MA jangka pendek (MA 10 hari) melintas di atas MA jangka panjang (MA 50 hari), itu bisa dianggap sebagai waktu yang tepat untuk membeli. Sebaliknya, ketika MA jangka pendek melintas di bawah MA jangka panjang, itu bisa menjadi sinyal untuk menjual.

3. MACD Crossover

Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah indikator yang juga sering digunakan dalam strategi crossover. MACD memplot perbedaan antara moving average eksponensial 26 hari dan 12 hari. Sinyal jual atau beli dihasilkan ketika garis MACD melintasi garis sinyalnya.

Crossover dalam trading merupakan alat yang ampuh untuk mengidentifikasi potensi perubahan tren dan momentum pasar. Dengan memahami dan menerapkan strategi crossover yang tepat, Anda bisa meningkatkan peluang untuk membuat keputusan trading yang lebih baik. Ingat, penting juga untuk mempertimbangkan faktor lain seperti volume perdagangan dan kondisi pasar secara keseluruhan sebelum membuat keputusan trading berdasarkan crossover. Selalu lakukan riset dan analisis Anda sendiri, dan pertimbangkan untuk menggunakan crossover sebagai salah satu dari banyak alat dalam toolbox trading Anda.

Trade with HSB Investasi easily

dollar icon

Masukkan deposit dan withdrawal trading secara instan via Bank Segregasi HSB

Registered & supervised by

icon bca

Daftar Isi

Trade with HSB Investasi easily

dollar icon

Masukkan deposit dan withdrawal trading secara instan via Bank Segregasi HSB

Registered & supervised by

icon bca
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.
Buka Akun Demo dan Trading Tanpa Risiko

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil