Trading
Apa Itu Sleeping Investor?
Sleeping Investor adalah investor pasif yang membeli aset seperti saham, obligasi, reksa dana, atau ETF dan membiarkannya tumbuh tanpa intervensi harian. Mereka fokus pada strategi jangka panjang, dan umumnya mengabaikan fluktuasi pasar dalam jangka pendek.
Keunggulan Sleeping Investor
Pertumbuhan Jangka Panjang & Bunga Majemuk: Investasi berkembang secara konsisten seiring waktu.
Pengurangan Stres Pasar: Tidak terganggu oleh volatilitas harian pasar.
Biaya Lebih Rendah: Menghindari biaya trading tinggi dan manajemen aktif.
Konsistensi: Memiliki disiplin untuk tetap menahan aset meski pasar bergejolak.
Diversifikasi Otomatis: Instrumen seperti ETF menyebarkan risiko secara luas.
Risiko Gaya Pasif
Kurangnya Kontrol: Tidak selalu siap menghadapi perubahan ekonomi mendadak.
Potensi Peluang Terlewat: Tidak ikut serta dalam peluang trading jangka pendek.
Risiko Inflasi: Nilai riil investasi mungkin tergerus jika imbal hasil rendah.
Tidak Responsif Saat Krisis: Keterlambatan dalam merespons turunnya pasar bisa merugikan.
Cara Menjadi Sleeping Investor yang Sukses
Pilih Instrumen Sunguh-Sungguh
Pilih reksa dana indeks atau ETF yang melacak indeks global/domestik.
Diversifikasi Portofolio
Gabungkan saham, obligasi, dan aset lain untuk seimbangkan profil risiko.
Konsisten Investasi
Hindari perubahan strategi mendadak saat pasar bergejolak.
Dollar-Cost Averaging (DCA)
Investasi rutin dengan jumlah tetap setiap periode untuk rata-rata harga pembelian.
Percayakan ke Manajer Investasi
Gunakan jasa profesional jika Anda tidak ingin kelola portofolio secara langsung.