Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading

Skema Ponzi

Apa itu Skema Ponzi?

Skema Ponzi adalah jenis penipuan investasi di mana keuntungan untuk investor lama dibayar dengan dana yang diterima dari investor baru, bukan dari keuntungan bisnis yang sah. Artinya, tidak ada sumber keuntungan nyata. Uang hanya berputar dari anggota baru ke anggota lama sampai akhirnya sistem runtuh.

Skema ini dinamai setelah Charles Ponzi, seorang imigran asal Italia yang menjalankan skema penipuan serupa di Amerika Serikat pada awal abad ke-20..

Cara Kerja Skema Ponzi

Skema Ponzi bekerja dengan cara berikut:

  • Penawaran Investasi Menarik: Pelaku penipuan menarik investor dengan janji keuntungan yang sangat tinggi dan cepat.

  • Pengumpulan Dana: Dana dari investor awal dikumpulkan dan digunakan untuk membayar keuntungan kepada investor sebelumnya.

  • Rekrutmen Investor Baru: Untuk terus membayar keuntungan kepada investor lama, pelaku skema harus terus merekrut investor baru.

  • Sistem Berbasis Ulang: Skema akan berlanjut selama ada aliran investor baru yang cukup untuk membayar keuntungan yang dijanjikan. Namun, begitu aliran investor baru melambat, skema akan gagal dan banyak investor akan kehilangan uang mereka.

Siapa yang menciptakan Skema Ponzi?

Skema Ponzi yang diciptakan oleh Charles Ponzi, seorang imigran Italia yang tinggal di Amerika Serikat. Pada awal abad ke-20, Ponzi mempromosikan skema investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dengan membeli dan menjual kupon diskon internasional. Dengan menggunakan uang dari investor baru untuk membayar keuntungan kepada investor lama, Ponzi mampu mempertahankan ilusi profitabilitas hingga akhirnya skema tersebut runtuh.

Ciri Ciri Skema Ponzi

Beberapa ciri-ciri dari skema Ponzi adalah:

  • Janji Keuntungan Tinggi dan Cepat: Menawarkan keuntungan yang sangat tinggi dan tidak realistis dalam waktu singkat.

  • Kurangnya Transparansi: Tidak ada informasi yang jelas atau transparan tentang bagaimana dana diinvestasikan atau menghasilkan keuntungan.

  • Ketergantungan pada Rekrutmen Baru: Keberhasilan skema sangat bergantung pada kemampuan untuk terus merekrut investor baru.

  • Pembayaran Kepada Investor Lama dari Dana Investor Baru: Menggunakan uang dari investor baru untuk membayar keuntungan kepada investor lama.

  • Tidak Ada Produk atau Layanan Nyata: Tidak ada produk atau layanan yang sebenarnya dihasilkan dari investasi.

Contoh Skema Ponzi Terbesar di Indonesia

Beberapa skema Ponzi besar yang terjadi di Indonesia termasuk:

Case 1: Skema Investasi Online 2018 (dengan Skema Keanggotaan)

Menawarkan return tetap per hari atau per bulan dengan sistem referral. Ketika perekrutan berhenti, sistem langsung gagal bayar.

Case 2: Kasus Aset Kripto dan Binary Options

Skema yang menggunakan aset kripto atau opsi biner untuk menjanjikan keuntungan tinggi, namun ternyata merupakan penipuan yang menggunakan dana dari investor baru untuk membayar investor lama.

Tips Menghindari Skema Ponzi

Untuk menghindari terjebak dalam skema Ponzi, pertimbangkan tips berikut:

  • Verifikasi Informasi: Selalu lakukan penelitian mendalam tentang perusahaan atau individu yang menawarkan investasi. Pastikan mereka terdaftar dan diatur oleh otoritas yang relevan.

  • Hati-Hati dengan Janji Keuntungan Tinggi: Waspadai investasi yang menjanjikan keuntungan yang tidak realistis atau tidak masuk akal.

  • Pahami Cara Kerja Investasi: Pastikan Anda memahami bagaimana investasi menghasilkan keuntungan. Jika informasi tentang cara kerja investasi tidak jelas, itu bisa menjadi tanda bahaya.

  • Periksa Transparansi: Pastikan ada transparansi dalam hal pengelolaan dana dan laporan keuangan. Keberadaan laporan keuangan yang sah dan audit yang dilakukan oleh pihak ketiga adalah indikasi keamanan.

  • Jangan Terburu-Buru: Jangan terburu-buru dalam membuat keputusan investasi. Luangkan waktu untuk menilai risiko dan manfaat secara menyeluruh.

Apa perbedaan skema Ponzi dan skema piramida? Skema Ponzi fokus pada perputaran dana investasi, sedangkan skema piramida lebih menekankan perekrutan anggota dengan sistem berjenjang.

Kenapa skema Ponzi pasti runtuh? Karena bergantung pada aliran dana baru. Ketika tidak ada investor baru, sistem tidak bisa membayar keuntungan yang dijanjikan

Daftar Isi

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.