Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading
store
google

Perusahaan Induk

Pengertian Perusahaan Induk (Holding Company)

Perusahaan induk adalah sebuah jenis perusahaan yang memiliki mayoritas saham atau kepemilikan atas beberapa perusahaan anak atau cabang yang terpisah secara hukum. Perusahaan induk tidak terlibat secara langsung dalam operasi harian perusahaan-perusahaan anak atau cabangnya. Sebagai gantinya, perusahaan induk berperan sebagai pemilik saham atau kepemilikan mayoritas yang bertugas mengendalikan kebijakan dan strategi bisnis dari perusahaan-perusahaan anak tersebut.

Perusahaan induk biasanya dibentuk untuk tujuan mengelola aset dan investasi jangka panjang, serta mengatur aliran keuangan dan sumber daya antara perusahaan-perusahaan anak. Dalam beberapa kasus, perusahaan induk juga dapat memberikan dukungan dan bantuan dalam hal manajemen, teknologi, dan sumber daya manusia kepada perusahaan di bawahnya.

Salah satu keuntungan dari memiliki perusahaan induk adalah bahwa kepemilikan saham atau mayoritas memberikan kontrol yang lebih besar atas perusahaan-perusahaan anak atau cabang yang dimiliki. Selain itu, perusahaan induk juga dapat memberikan diversifikasi portofolio bisnis, meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan sumber daya dan aliran keuangan, serta memberikan keuntungan pajak yang lebih menguntungkan.

Contoh Perusahaan Induk

Contoh perusahaan induk raksasa di Indonesia adalah Lippo Group, yang memiliki bisnis di berbagai sektor seperti properti, ritel, keuangan, kesehatan, dan media. Lippo Group memiliki beberapa perusahaan anak yang terkenal seperti Matahari Department Store, Siloam Hospitals, Lippo Karawaci, dan First Media.

Sementara itu, contoh perusahaan induk raksasa di dunia adalah Alphabet Inc., perusahaan induk dari Google, yang memiliki beberapa perusahaan anak seperti YouTube, Google Maps, dan Google Cloud. Perusahaan induk lainnya yang terkenal adalah Berkshire Hathaway yang dimiliki oleh Warren Buffett, yang memiliki diversifikasi portofolio bisnis yang sangat luas termasuk perusahaan asuransi, perusahaan kereta api, perusahaan makanan dan minuman, dan banyak lagi. Perusahaan induk lain yang terkenal adalah Tata Group dari India, yang memiliki bisnis di berbagai sektor termasuk otomotif, teknologi, energi, dan konstruksi.

Fungsi Perusahaan Induk

Berikut adalah beberapa fungsi dari holding company:

1. Mengelola portofolio bisnis

Perusahaan induk memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan mengkoordinasikan portofolio bisnis dari perusahaan-perusahaan anak atau cabang yang dimilikinya. Hal ini termasuk mengelola sumber daya manusia, keuangan, teknologi, dan strategi bisnis secara keseluruhan.

2. Membuat keputusan strategis

Perusahaan induk bertanggung jawab untuk membuat keputusan strategis untuk perusahaan-perusahaan anak atau cabang yang dimilikinya. Hal ini termasuk menentukan arah bisnis, tujuan jangka panjang, serta mengambil keputusan untuk melakukan ekspansi atau pengurangan bisnis.

3. Meningkatkan efisiensi operasional

Perusahaan induk dapat membantu perusahaan-perusahaan anak atau cabang yang dimilikinya untuk meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan sinergi antara perusahaan-perusahaan anak atau cabang yang serupa, seperti dalam hal penggunaan sumber daya manusia, teknologi, dan infrastruktur.

4. Menyediakan sumber daya keuangan

Perusahaan induk dapat menyediakan sumber daya keuangan untuk perusahaan-perusahaan anak atau cabang yang dimilikinya. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pinjaman atau melakukan investasi pada perusahaan-perusahaan anak atau cabang yang membutuhkan modal.

5. Diversifikasi risiko

Perusahaan induk dapat membantu perusahaan-perusahaan anak atau cabang yang dimilikinya untuk diversifikasi dan manajemen risiko. Hal ini dapat dilakukan dengan memiliki bisnis di sektor yang berbeda atau di wilayah yang berbeda, sehingga jika terjadi resesi atau kondisi ekonomi yang buruk di satu wilayah atau sektor, maka perusahaan masih dapat bertahan dan menghasilkan pendapatan dari wilayah atau sektor lainnya.

Perbedaan Holding Company dengan Parent Company

Kedua istilah, baik parent company maupun holding company, merujuk pada perusahaan induk. Keduanya disebut demikian karena keduanya memiliki peran yang serupa dalam mengontrol anak perusahaan. 

Baik parent company maupun holding company bertanggung jawab atas anak perusahaan mereka dan memiliki kewenangan dalam keputusan strategis yang memengaruhi mereka. Perbedaan utamanya terletak pada tingkat keterlibatan dalam operasi harian anak perusahaan. Parent company cenderung lebih aktif dalam operasi, sementara holding company lebih bersifat pasif dan fokus pada kepemilikan saham.

Trade with HSB Investasi easily

dollar icon

Masukkan deposit dan withdrawal trading secara instan via Bank Segregasi HSB

Registered & supervised by

icon bca

Daftar Isi

Trade with HSB Investasi easily

dollar icon

Masukkan deposit dan withdrawal trading secara instan via Bank Segregasi HSB

Registered & supervised by

icon bca
DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.
Buka Akun Demo dan Trading Tanpa Risiko

Silahkan masukan nomor HP

Nomor Handphone harus dimulai dengan 8

Nomor HP tidak valid

Kode verifikasi dperlukan

Kode verifikasi salah

Silakan masukkan password

Kata sandi harus 8-30 digit, termasuk huruf kecil, kapital, dan angka

Minimal 8 karakter

Setidaknya 1 angka

Setidaknya 1 huruf besar

Setidaknya 1 huruf kecil