Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading

Order Block

Pengertian Pola Order Block

Order Block adalah area harga tertentu dalam analisis teknikal—khususnya dalam konsep Smart Money Concept (SMC)—yang menandakan jejak kaki institusi besar (bank, hedge fund) dalam melakukan akumulasi pesanan beli atau jual. Pola ini biasanya ditandai oleh candle berlawanan terakhir sebelum pergerakan harga yang sangat impulsif.

Pola ini memiliki tiga karakteristik visual utama:

  • Last Opposing Candle: Lilin terakhir yang berlawanan arah sebelum terjadi pergerakan besar (misalnya, candle bearish terakhir sebelum tren naik drastis).

  • Impulsive Move (Imbalance): Pergerakan harga yang sangat kuat dan cepat meninggalkan area candle tersebut, seringkali meninggalkan celah atau Fair Value Gap (FVG).

  • Break of Structure (BOS): Pergerakan harga yang terjadi setelah Order Block harus berhasil menembus struktur harga tertinggi atau terendah sebelumnya.

Berbeda dengan support dan resistance klasik, Order Block dianggap sebagai area di mana "uang pintar" (smart money) meninggalkan pesanan yang belum terisi (unfilled orders), sehingga harga memiliki kecenderungan kuat untuk kembali ke area ini sebelum melanjutkan tren utamanya.

Fungsi Order Block

Pola Order Block memiliki beberapa fungsi vital bagi trader, terutama yang menggunakan strategi Price Action dan SMC:

  • Titik Entry Presisi (Sniper Entry): Order Block sering digunakan untuk mendapatkan titik masuk dengan risiko sangat kecil namun potensi keuntungan besar, karena trader menunggu harga "menjemput" pesanan di area ini.

  • Mengikuti Jejak Institusi: Membantu trader ritel untuk tidak melawan arus uang besar, melainkan menumpang pada momentum yang diciptakan oleh institusi keuangan raksasa.

  • Menentukan Area Reaksi: Order Block berfungsi sebagai magnet harga. Trader bisa memprediksi di mana harga akan berhenti koreksi dan memantul kembali sesuai tren.

Cara Identifikasi Pola Order Block

Meskipun terlihat seperti candle biasa, tidak semua candle adalah Order Block. Validitasnya bergantung pada dampak yang ditimbulkannya. Berikut langkah identifikasinya:

  • Perhatikan Perubahan Karakter Tren: Cari momen di mana harga berubah arah secara drastis dan cepat.

  • Tentukan Candle Spesifik:

    • Bullish Order Block: Cari candle bearish (merah) terakhir sebelum pergerakan naik yang kuat.

    • Bearish Order Block: Cari candle bullish (hijau) terakhir sebelum pergerakan turun yang tajam.

  • Cek Imbalance/Gap: Pastikan candle setelah Order Block bergerak sangat kencang sehingga meninggalkan celah kosong (imbalance) pada grafik. Ini menandakan agresivitas institusi.

  • Validasi Break of Structure (BOS): Pastikan pergerakan impulsif tersebut berhasil menembus (break) level High atau Low sebelumnya. Jika tidak ada BOS, maka Order Block tersebut lemah.

Contoh Pola Order Block

Mari kita lihat simulasi contoh penggunaan Bullish Order Block dalam pergerakan harga:

  • Fase Akumulasi: Harga bergerak datar atau turun perlahan. Institusi besar mulai membeli secara diam-diam dalam jumlah besar, menyebabkan terbentuknya satu candle bearish terakhir.

  • Fase Ekspansi (Impulsif): Tiba-tiba harga melonjak naik sangat tinggi dan cepat, menembus resistensi terdekat (Break of Structure). Lonjakan ini meninggalkan candle bearish tadi di bawah sebagai "Bullish Order Block".

  • Fase Retracement (Koreksi): Setelah naik tinggi, harga perlahan-lahan turun kembali (koreksi) mendekati area candle bearish (Order Block) tadi.

  • Reaksi Harga: Saat harga menyentuh area Order Block, sisa pesanan beli institusi terpicu. Harga langsung memantul naik kembali dengan kuat, melanjutkan tren bullish. Ini adalah momen trader melakukan Buy.

Daftar Isi

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.