Trading & kelola akun MT di Aplikasi HSB Trading

Buy Stop Limit

Pengertian Buy Stop Limit

Buy Stop Limit adalah jenis order dalam trading yang digunakan untuk membeli aset pada harga yang lebih tinggi dari harga pasar saat ini, dengan ketentuan harga harus mencapai level tertentu terlebih dahulu. Order ini menggabungkan dua komponen penting, yaitu stop price dan limit price.

Ketika harga pasar menyentuh atau melewati stop price, sistem akan mengaktifkan order tersebut menjadi limit order. Selanjutnya, order hanya akan dieksekusi pada harga limit yang telah ditentukan atau harga yang lebih baik. Dengan mekanisme ini, buy stop limit membantu trader masuk pasar secara terencana tanpa harus memantau pergerakan harga secara terus-menerus.

Kelebihan Buy Stop Limit

Menghindari Emosi dalam Pengambilan Keputusan

Dengan buy stop limit, trader bisa menentukan level beli sejak awal berdasarkan analisis teknikal atau strategi tertentu. Hal ini membantu menghindari keputusan impulsif saat pasar bergerak cepat.

Memberikan Kontrol Harga yang Lebih Baik

Buy stop limit memungkinkan trader mengatur batas maksimal harga beli. Order hanya dieksekusi jika harga masih berada dalam rentang yang diinginkan, sehingga risiko overbuy bisa ditekan.

Cocok untuk Strategi Breakout

Dengan menentukan harga limit pada order buy stop limit, trader dapat memastikan bahwa mereka tidak membeli aset pada harga yang terlalu tinggi. Ini membantu mencegah situasi di mana trader terjebak membeli aset pada level harga yang tidak diinginkan akibat kenaikan harga yang cepat.

Potensi Eksekusi di Harga Lebih Baik

Jika terjadi pergerakan harga yang cepat atau price gap, order buy stop limit berpotensi tereksekusi pada harga limit atau bahkan lebih rendah, selama masih memenuhi syarat order.

Kekurangan Buy Stop Limit

Tidak Menjamin Eksekusi

Jika setelah menyentuh stop price harga bergerak terlalu cepat dan melewati limit price, order bisa tidak tereksekusi sama sekali.

Risiko Kehilangan Peluang

Dalam kondisi pasar yang sangat volatil, harga bisa melonjak tajam melewati stop dan limit sekaligus, sehingga trader kehilangan kesempatan masuk posisi.

Kurang Efektif di Pasar Sideways

Buy stop limit lebih efektif di pasar yang sedang trending. Pada kondisi sideways, order ini berisiko sering gagal tereksekusi.

Contoh Buy Stop Limit

Misalkan Anda mengamati saham Meta Facebook dengan harga saat ini sebesar Rp1.000 per lembar. Berdasarkan analisis, kamu memperkirakan harga akan melanjutkan kenaikan jika berhasil menembus Rp1.200.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, kamu memasang:

  • Stop price: Rp1.200

  • Limit price: Rp1.220

Ketika harga saham menyentuh Rp1.200, buy stop limit akan aktif dan hanya dieksekusi pada harga Rp1.220 atau lebih rendah. Dengan cara ini, kamu masuk pasar sesuai rencana tanpa harus membeli di harga yang terlalu tinggi.

Buy stop limit adalah jenis order yang berguna bagi trader yang ingin masuk posisi beli secara terencana, terutama saat mengikuti tren atau breakout. Order ini membantu mengurangi pengaruh emosi dan memberikan kontrol lebih baik terhadap harga beli.

Meski memiliki kekurangan seperti risiko order tidak tereksekusi, buy stop limit tetap menjadi alat penting dalam strategi trading yang disiplin dan berbasis analisis. Pemahaman yang tepat tentang cara kerja buy stop limit dapat membantu trader mengelola risiko dan meningkatkan konsistensi dalam trading.

Kapan Buy Stop Limit sebaiknya digunakan? Buy Stop Limit cocok digunakan saat trader ingin masuk posisi beli setelah konfirmasi breakout, namun tetap ingin membatasi harga maksimum pembelian.

Apakah Buy Stop Limit cocok untuk trader pemula? Bisa, selama pemula sudah memahami konsep stop price dan limit price. Namun, pemula disarankan berlatih terlebih dahulu menggunakan akun demo agar terbiasa dengan mekanismenya.

Kenapa Buy Stop Limit bisa tidak tereksekusi? Order bisa gagal tereksekusi jika harga bergerak terlalu cepat dan melewati stop price serta limit price sekaligus, terutama saat pasar sangat volatil.

Apakah Buy Stop Limit bisa digunakan di forex dan saham? Ya. Buy Stop Limit tersedia di berbagai instrumen seperti forex, saham, indeks, dan komoditas, tergantung pada fitur yang disediakan oleh platform trading.

Daftar Isi

DISCLAIMER
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, ditujukan sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai saran dalam pengambilan keputusan. Perlu Anda pahami bahwa produk dengan leverage tinggi memiliki potensi risiko kerugian yang juga tinggi, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pemahaman dan kemampuan analisa yang tepat. HSB Investasi tidak bertanggung jawab atas kesalahan keputusan yang dibuat berdasarkan konten ini. Sesuai ketentuan yang berlaku, HSB hanya menyediakan 45 instrumen trading yang dapat Anda pelajari di website resmi kami.