Jika kita mengambil teori garis trend berikutnya dan menggambar garis paralel pada sudut yang sama dengan uptrend ataupun downtrend, kita akan membuat sebuah channel.

Ini tidak berbicara tentang ESPN, National Geographic Channel atau Cartoon Network.

Channel di sini adalah salah satu instrumen dalam analisa teknikal untuk menentukan posisi terbaik untuk membeli atau menjual.

Baik bagian atas dan bagian bawah channel mewakili area potensial untuk support atau resistance.

Untuk membuat channel naik/bullish, cukup menggambar garis paralel pada sudut yang sama dengan garis trend naik dan kemudian memindahkan garis itu ke posisi di mana menyentuh puncak terbaru. Ini harus dilakukan bersamaan ketika Anda membuat garis trend.

Untuk membuat channel turun/bearish, cukup menggambar garis paralel pada sudut yang sama dengan garis trend turun dan kemudian memindahkan garis itu ke posisi di mana ia menyentuh lembah terbaru. Ini harus dilakukan bersamaan ketika Anda membuat garis trend.

Ketika harga mencapai BAWAH garis trend, dapat dimaksudkan sebagai area beli.

Ketika harga mencapai ATAS garis trend, dapat dimaksudkan sebagai area jual.

Tipe-tipe channel

  1. Channel naik (higher highs and higher lows)
  2. Channel turun (lower highs and lower lows)
  3. Channel datar (konsolidasi)

Hal-hal penting yang perlu diingat saat menggambar garis trend:

Saat menggambar sebuah channel, kedua garis trend harus lurus sejajar satu sama lain.

Secara umum, bagian bawah channel dianggap sebagai zona beli sedangkan bagian atas channel dianggap sebagai zona jual.

Seperti menggambar garis trend, JANGAN memaksakan harga ke channel yang Anda gambar!

Satu garis channel yang miring ke satu sudut tetapi garis channel lain tidak sinkron atau miring ke sudut lain dianggap salah dan dapat mengarah pada hasil trading yang buruk.