Kami Berkontribusi
Pada Masa Kecilmu

Pada 12 November 2020, HSB yang bekerja sama dengan Yayasan yatim maniri akan mendonasikan beasiswa dan perlengkapan belajar senilai total Rp220 juta bagi 300 siswa yang kurang mampu di beberapa wilayah ( Jakarta Barat, Jakarta Timur, Bogor, Cirebon dan wilayah ( Jakarta Barat, Jakarta Timur, Bogor, Cirebon dan

Pendidikan adalah pilar utama kemakmuran dan kekuatan sebuah negara, dan anak-anak adalah harapan pembangunan bangsa. Mari kita bersama-sama berkontribusi dalam memperhatikan pendidikan anak di lingkungan tempat tinggal, ikut membantu pendidikan anak dan kesejahteraan masyarakat sekitar, serta mewujudkan masa depan yang lebih baik di Indonesia.
Kami Berkontribusi Pada
Masa Kecilmu

Pada 12 November 2020, HSB yang bekerja sama dengan Yayasan yatim maniri akan mendonasikan beasiswa dan perlengkapan belajar senilai total Rp220 juta bagi 300 siswa yang kurang mampu di beberapa wilayah ( Jakarta Barat, Jakarta Timur, Bogor, Cirebon dan wilayah ( Jakarta Barat, Jakarta Timur, Bogor, Cirebon dan

Pendidikan adalah pilar utama kemakmuran dan kekuatan sebuah negara, dan anak-anak adalah harapan pembangunan bangsa. Mari kita bersama-sama berkontribusi dalam memperhatikan pendidikan anak di lingkungan tempat tinggal, ikut membantu pendidikan anak dan kesejahteraan masyarakat sekitar, serta mewujudkan masa depan yang lebih baik di Indonesia.
Terangi Masa Depan
Anak - Anak Indonesia
Mereka Adalah
Masa Depan Bangsa
  • Lihat lebih lanjut
    Menjadi seorang yatim tak
    membuat Muhamad Zaqi
    Saputra menyerah untuk
    berhenti sekolah. Meskipun
    ia harus bergantung pada
    ibu sebagai pencari nafkah,
    namun zaki berusaha untuk
    membantu ibunya. Semenjak
    3 tahun lalu, Ibu zaqi sakit TB
    paru dan tak bisa keliling
    berjualan gorengan lagi
  • Syarafina menjual kue Dari
    pukul 06.30 hingga habis
    dengan penghasilan 30
    ribu/hari. Meski tak setiap
    hari jualannya habis, namun
    tetap Syarafina syukuri.
    Masih mendapat
    penghasilan menjadi berkah
    tersendiri baginya dan
    keluarga.
    Lihat lebih lanjut
  • Lihat lebih lanjut
    Bagi Novi dan Dela
    kehilangan ayahanda ibarat
    kehilangan separuh nyawa.
    kehilangan separuh nyawa.
    punggung untuk cukupi
    kebutuhan sehari-hari
    Sebagai seorang kakak, Novi
    harus bekerja sebagai
    pelayan di kedai kopi untuk
    bisa sekolah dan
    menghidupi adiknya.
  • Lihat lebih lanjut
    Menjadi seorang yatim tak membuat Muhamad Zaqi
    Saputra menyerah untuk berhenti sekolah. Meskipun
    ia harus bergantung pada ibu sebagai pencari
    nafkah, namun zaki berusaha untuk membantu
    ibunya. Semenjak 3 tahun lalu, Ibu zaqi sakit TB paru
    dan tak bisa keliling berjualan gorengan lagi
  • Lihat lebih lanjut
    Syarafina menjual kue Dari pukul 06.30 hingga habis
    dengan penghasilan 30 ribu/hari. Meski tak setiap
    hari jualannya habis, namun tetap Syarafina syukuri.
    Masih mendapat
    penghasilan menjadi berkah tersendiri baginya dan keluarga.
  • Lihat lebih lanjut
    Bagi Novi dan Dela kehilangan ayahanda ibarat
    ehilangan separuh nyawa. Tak ada lagi tulang
    punggung untuk cukupi kebutuhan sehari-hari
    Sebagai seorang kakak, Novi harus bekerja sebagai
    pelayan di kedai kopi untuk bisa sekolah dan
    menghidupi adiknya.
Pelajari Lebih Lanjut Tentang CSR HSB
Pelajari Lebih Lanjut Tentang CSR HSB
Kembali
“Untuk membantu Ibu yang sedang sakit, setiap sore aku harus berjualan gorengan dan kue agar bisa terus bersekolah dan menjadi ahli komputer”. Zaqi
Kembali
“9 Bulan Spp gak bisa bayar, aku gak bisa ikuti ujian. Bahkan bisa-bisa aku dikeluarkan.” Syarafina
Kembali
Dari Menjadi Waiters, Penjaga Toko, Hingga Penjaga Warkop - Novi Berjuang Agar Bisa Sekolah
Live Chat
Live Chat