United Kingdom atau Kerajaan Inggris adalah negara yang terdiri dari empat negara bagian, yaitu England, North Irland, Skotland, dan Wales.

Saat ini United Kingdom dipimpin oleh seorang Raja karena Inggris memiliki sistem pemerintahan monarki konstitusional yang diatur melalui sistem parlementer dengan pusatnya di ibukota Inggris yaitu London.

UK juga merupakan bagian dari Uni Eropa. Namun, Inggris telah menolak untuk bergabung dengan Zona Euro dan bersikeras menggunakan Pound sterling sebagai mata uangnya.

Berarti walaupun Anda mempunyai visa Schengen, Anda tidak bisa keliling UK dan harus mengajukan visa terpisah!

United Kingdom: Fakta dan Angka

  • Tetangga: Irlandia, Jerman, Prancis
  • Luas: 94,060 mi2
  • Populasi: 67.545.000 (berdasarkan tahun 2019)
  • Kepadatan: 661.9 orang per mi2
  • Ibukota: London (populasi 8.546.000)
  • Mata Uang: GBP atau pound sterling
  • Zona Waktu: GMT
  • Website: http://number10.gov.uk

Gambaran Ekonomi

Inggris merupakan negara dengan ekonomi terbesar ke-7 di dunia dan terbesar ke-3 di Eropa setelah Jerman dan Prancis. Sepanjang sejarah, Inggris merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan untuk memulai Revolusi Industri.

Inggris termasuk kerajaan terbesar saat masa itu. Sepanjang 300 tahun terakhir, Inggris telah menjadi kekuatan dunia yang relevan dan konsisten.

Dalam hal perdagangan, Inggris adalah importir barang bersih dengan defisit neraca perdagangan yang konsisten.

Mitra dagang terbesarnya adalah negara-negara Zona Euro, khususnya negara Jerman karena sangat dekat dengan Selat Inggris.

Perdagangan dengan Zona Euro menyumbang lebih dari setengah perdagangan Inggris. Secara bilateral, Amerika Serikat tetap menjadi mitra dagang terbesar Inggris.

Inggris merupakan pusat keuangan tertua di dunia dengan pusat aktivitas keuangannya di London sehingga memperkuat posisi Inggris di kancah perdagangan dunia.

Kebijakan Moneter dan Fiskal

Sebagai tambahan: Bank Sentral tertua di dunia adalah Bank of England (BOE).

Pada masa itu, ketika Inggris berada di ambang ekspansi ekonomi, para pemimpin Inggris menyadari bahwa negara membutuhkan entitas untuk memfasilitasi perdagangan internasional. Pada tahun 1694 didirikan Bank of England (BOE) dengan tujuan memfasilitasi perdagangan dan pertumbuhan ekonomi negara.

Saat ini, tujuan kebijakan moneter utama BOE adalah menjaga stabilitas harga,mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyediakan lapangan kerja.

Oleh karena itu, BOE mempunyai target inflasi 2,0% yang diukur melalui Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index CPI).

Untuk memenuhi target yang disebutkan, BOE diberikan otoritas untuk mengubah suku bunga ke level yang mereka yakini sebagai arah pencapaian target.

Para pengambil kebijakan dalam BOE yang bertugas menentukan suku bunga adalah Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee/MPC).

MPC merupakan pertemuan bulanan dengan rilis data perubahan dalam kebijakan moneter, termasuk perubahan tingkat suku bunga.

Seperti halnya Bank Sentral di tiap negara, tingkat suku bunga di Inggris disebut Bank Repo Rate.

Alat kebijakan utama yang digunakan oleh Komite Kebijakan Moneter BOE adalah Bank Repo Rate dan operasi pasar terbuka.

Tingkat repo bank adalah kurs yang ditetapkan oleh BOE, sedangkan untuk operasinya sendiri di pasar untuk mencapai target inflasi MPC.

Setiap kali MPC mengubah Bank Repo Rate akan mempengaruhi nilai bank komersial atas tabungan dan pinjaman nasabah mereka. yang pada akhirnya turut mempengaruhi spending dan output perekonomian yang berujung pada pembayaran barang dan jasa.

Seperti halnya sebuah Bank Sentral, BOE menaikkan repo rate dengan tujuan untuk mengendalikan inflasi. Di sisi lain, BOE menurunkan repo rate bertujuan merangsang pertumbuhan ekonomi.

Ketika BOE terlibat dalam operasi pasar terbuka, maka BOE membeli dan menjual treasury serta sekuritas berdenominasi pada Pound sterling untuk mengendalikan pasokan uang. Cara ini untuk meningkatkan likuiditas di pasar keuangan.

Jika BOE merasa bahwa ada kebutuhan untuk merangsang ekonomi, maka akan menyuntikkan sejumlah besar pasokan uang melalui pembelian sekuritas pemerintah dan perusahaan.

Di sisi lain, jika BOE merasa perekonomian telah cukup baik, bank akan menjual lebih banyak sekuritas untuk menarik kembali peredaran uang dari pasar.

Mari Mengenal GBP

Mata uang Inggris (GBP) memiliki banyak nama unik.

Selain disebut Sterling dan Pound, pasangan GBP dengan mata uang lain memiliki sebutan khas seperti Cable (GBP/USD) dan Guppy (GBP/JPY). Mengesankan, bukan?

GBP/USD adalah salah satu dari pasangan mata uang yang paling likuid di Pasar Forex. Mengapa…?

Karena London sejak lama telah menjadi pusat keuangan utama di dunia. Dengan volume transaksi besar yang terjadi setiap harinya, dimana sejumlah besar dana masuk dan keluar dari London.

Akan tetapi, GBP/USD hanya menyumbang 14% dari perdagangan global harian, menjadikannya sebagai pasangan mata uang teraktif dari ketiga mata uang yang diperdagangkan lainnya.

Mungkin inilah alasan mengapa spread pada GBP/USD cenderung hanya satu pip atau lebih daripada EUR/USD dan USD/JPY.

Kurva GBP Bagus

Dengan begitu banyaknya perusahaan besar berada di London, ada banyak investasi menarik pula yang dapat ditemukan di pasar Inggris.

GBP memiliki suku bunga yang lebih tinggi di antara mata uang utama lainnya, sehingga investor merasa tertarik akan sekuritas Negara Inggris. Untuk mendapatkan aset-aset ini, investor perlu membeli sejumlah GBP.

GBP Sesi London Sangat “Lincah”

Volume trading GBP/USD adalah yang tertinggi selama pembahasan Eropa dengan potensi pergerakan yang kuat selama pembahasan New York ketika data utama AS dan UK dirilis.

Pembahasan Asia biasanya tidak memberikan banyak pergerakan karena trader Eropa masih stabil sementara trader Amerika baru saja menyelesaikan hari mereka.

Berhati-hatilah Karena GBP Bisa Agak “Gaduh”

Pasangan GBP sangat fluktuatif karena tingkat likuiditasnya yang lebih rendah daripada euro.

Dengan likuiditas rendah pada waktu-waktu tertentu di pasaran, GBP bisa terjebak dalam satu arah, terutama jika ada order buy atau sell yang sangat trending pada arah itu.

Dibandingkan dengan pasangan mata uang lainnya, GBP cenderung merespons lebih kuat pada rilis data ekonomi yang tidak terduga.

Indikator Ekonomi Penting untuk GBP

Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index CPI) – BOE melihat data ini sebagai ukuran inflasi. Data ini digunakan untuk mengukur perubahan harga barang konsumen.

Tingkat Penganggura – Data ini mengukur tingkat pengangguran di Inggris. para analis melihat data ini dengan cermat karena bisa menjadi indikator utama untuk pengeluaran di masa depan.

Produk Domestik Bruto (PDB) – data ini mencerminkan keadaan pertumbuhan ekonomi Inggris yang sedang berkembang pesat atau macet atau tenggelam di Selat Inggris.

Purchasing Managers Index (PMI) – Indeks ini mensurvei manajer bisnis dan menanyakan pandangan mereka tentang lanskap ekonomi saat ini. Skor di atas 50.0 menunjukkan peningkatan kondisi yang dapat menyebabkan ekspansi, sementara skor di bawah 50,0 mengisyaratkan kemungkinan kontraksi.

Laporan Kepercayaan Konsumen (Consumer Confidence report) - Laporan ini mengukur kepercayaan konsumen tentang kondisi ekonomi saat ini dan masa depan. Semakin percaya diri konsumen mengenai keadaan ekonomi Inggris, semakin besar kemungkinan mereka untuk berbelanja.

Apa yang Menggerakkan Mata Uang GBP?

  1. 1. Perubahan Kebijakan Moneter
  2. Banyak investor melihat pound sterling untuk aset berimbal hasil lebih tinggi dan menggunakan strategi carry trade. Perubahan suku bunga MPC mengubah sentimen pasar terhadap pound karena mempengaruhi hasil sekuritas Inggris.

    Selain itu, perubahan Bank Repo Rate juga mengungkapkan pandangan BOE tentang ekonomi.

    Jika pejabat BOE merasa bahwa ekonomi sedang lemah, mereka akan memperluas langkah-langkah pelonggaran kuantitatif atau memotong suku bunga, sehingga memberi sinyal kepada publik bahwa ekonomi tidak stabil.

    Jika BOE merasa bahwa ekonomi sedang baik dapat menyebabkan tekanan inflasi, sehingga mereka akan mengurangi pelonggaran kuantitatif atau menaikkan suku bunga.

  3. 2. Pembangunan di Zona Euro dan Amerika
  4. Seperti pasangan mata uang lainnya, GBP/USD juga dipengaruhi oleh perkembangan di Zona Euro dan Amerika. Data ekonomi Amerika mempengaruhi investor dan sentimen pasar secara langsung.

    Data yang baik atau buruk dari AS dapat mengirim pelaku pasar beralih ke GBP pada selera risiko yang meningkat, atau mencari keamanan dalam USD karena menghindari risiko yang terjadi.

  5. 3. Efek Spillover (tidak langsung)
  6. Zona Euro mencakup sebagian besar hubungan perdagangan dengan Inggris. Karena itu, Anda juga harus memperhatikan perkembangan apa pun di Eropa karena berita atau kinerja ekonomi yang buruk berpotensi menyebabkan sentimen bearish terhadap GBP.

  7. 4. Didorong oleh Sentimen Risiko
  8. Meskipun kecil, GBP mendapat manfaat dari suku bunga yang lebih tinggi di antara mata uang utama lainnya.

    Ketika pelaku pasar mencari imbal hasil yang lebih tinggi, mereka akan melirik GBP karena potensi mendapatkan pengembalian investasi yang lebih tinggi.

    Ketika pelaku pasar ingin melepaskan investasi mereka yang berimbal hasil tinggi dan mencari USD, mereka akan menjual GBP.

Trading GBP/USD

GBP/USD diperdagangkan dalam jumlah mata uang GBP. Ukuran lot standar mereka adalah 100.000 GBP dan ukuran lot mini 10.000 GBP.

Nilai pip, yang didenominasi dalam dolar AS, dapat dihitung dengan membagi 1 pip GBP/USD (untuk GBP/USD, ini 0,0001) dengan kurs spot GBP/USD.

Berikut keuntungan dan kerugian dalam denominasi dolar AS:

  1. 1. Untuk 1 ukuran lot standar, setiap pergerakan pip bernilai 10 USD.
  2. 2. Untuk 1 ukuran lot mini, setiap pergerakan pip bernilai 1 USD.
  3. 3. Perhitungan margin didasarkan pada dolar AS.

Misalnya, jika kurs GBP/USD saat ini adalah 1,5000 dan leverage 100: 1, maka dibutuhkan 1.500 USD dalam margin untuk bisa memperdagangkan 1 lot standar 100.000 GBP.

Perhatikan, spot rate GBP/USD yang lebih tinggi membutuhkan lebih banyak margin USD yang tersedia, sementara rate yang lebih rendah akan membutuhkan lebih sedikit USD untuk margin.

Strategi Trading GBP/USD

Salah satu cara untuk memperdagangkan pasangan GBP adalah dengan mencatat kapan laporan utama keluar. Pasangan GBP cenderung bereaksi lebih kuat terhadap laporan ekonomi.

Misalnya, jika angka PDB Inggris jauh lebih baik dari yang diharapkan, maka akan menyebabkan reli besar-besaran terhadap GBP.

Bahkan jika Anda terlambat masuk, Anda masih bisa mengambil banyak pip karena pasangan GBP benar-benar akan bergerak.

Berhati-hatilah, pasangan GBP/USD dan GBP/JPY adalah pasangan mata uang yang paling tidak stabil di antara mata uang utama. Faktanya, GBP/USD bergerak rata-rata sekitar 160 pip per hari.

Karena GBP sangat fluktuatif, Anda mungkin ingin mengatur stop loss order yang lebih luas untuk menahan semua pergerakan kuat di pasar.