Ketika pasar bergerak naik dan tiba-tiba pullback, titik tertinggi yang dicapai sebelum pullback adalah resistance.

Ketika pasar melanjutkan untuk bergerak naik kembali, titik terendah yang dicapai sebelum bergerak naik disebut support.

Yang perlu diingat, level horisontal support dan resistance adalah BUKAN NILAI MUTLAK.

Untuk menyaring break-out palsu, anda harus memikirkan support dan resistance selanjutnya sebagai “zona” daripada level mutlak.

Satu cara untuk menemukan zona ini adalah menetapkan support dan resistance dalam grafik garis.

Yang perlu diingat adalah ketika harga melewati titik resistance, resistance tersebut berpotensi untuk menjadi support.

Hal serupa juga terjadi dengan support, jika sebuah titik support ditembus, dapat berpotensi menjadi titik resistance.

Garis trend

Bentuk sederhananya, garis trend naik digambarkan di sepanjang bagian bawah area support (lembah).

Pada trend turun, garis trend digambarkan di sepanjang bagian atas area resistance (puncak).

3 jenis trend:

  1. Trend naik (higher lows)
  2. Trend turun (lower highs)
  3. Trend datar (konsolidasi)

Channel

Untuk membuat channel naik/bullish, cukup menggambar garis paralel pada sudut yang sama dengan garis trend naik dan kemudian memindahkan garis itu ke posisi di mana menyentuh puncak terbaru. Ini harus dilakukan bersamaan ketika Anda membuat garis trend.

Untuk membuat channel turun/bearish, cukup menggambar garis paralel pada sudut yang sama dengan garis trend turun dan kemudian memindahkan garis itu ke posisi di mana ia menyentuh lembah terbaru. Ini harus dilakukan bersamaan ketika Anda membuat garis trend.

  1. Channel naik (higher highs and higher lows)
  2. Channel turun (lower highs and lower lows)
  3. Channel datar (konsolidasi)

Trading dengan penerapan support dan resistance di bagi dua cara: Bounce dan Break

Saat harga mantul, kita ingin peluang harga berpihak ke arah kita dan mengonfirmasi bahwa level support atau resistance akan bertahan.

Alih-alih membeli atau menjual langsung, tunggu sampai harga mantul terlebih dahulu sebelum masuk pasar.

Dengan melakukan ini, Anda menghindari saat-saat di mana harga bergerak sangat cepat sehingga membentuk level support dan resistance berikutnya.

Adapun trading saat tembus harga bisa dengan cara agresif atau cara cara konservatif.

Cara agresif, Anda cukup membeli atau menjual setiap kali harga melewati zona support atau resistance.

Cara konservatif, Anda menunggu harga untuk membuat "pullback" ke level support atau resistance yang telah ditembus, kemudian masuk setelah harga mantul kembali.