Pelajari cara menggunakan pola single candlestick untuk mengidentifikasi potensi dari pembalikan harga.

Berikut adalah 4 pola single candlestick:

Hammer and Hanging Man

Kedua bentuk ini secara fisik hampir sama tetapi mempunyai arti berbeda. Jika dilihat dari proses aktivitas harga terakhir dalam sebuah sesi. Keduanya mempunyai ciri-ciri bentuk tubuh yang pendek (baik yang berwarna hitam atau putih) dengan long lower shadow dan short upper shadow.

Hammer merupakan pola pembalikan arah bullish yang terbentuk pada akhir sesi trend turun (downtrend). dinamakan hammer karena fungsinya yang ingin memukul pasar untuk keluar dari trend awal menuju trend sebaliknya dalam hal ini uptrend.

Saat harga jatuh, maka hammer memberi alarm harga akan mencapai batas terendah dan akan mulai naik kembali.

Shadow bawah panjang menunjukkan bahwa penjual sedang berusaha menekan harga supaya bisa serendah mungkin, tetapi trader pembeli datang dan menekan kembali harga jual dan menutup di dekat harga pembuka.

Meskipun sebuah hammer terbentuk dalam downtrend, bukan berarti Anda langsung membuat Order Buy! Anda butuh lebih banyak konfirmasi tentang bullish sebelum menekan pemicu.

Salah satu contoh konfirmasi adalah menunggu candlestick putih menutup di atas harga pembukaan di sisi kanan hammer.

Kriteria Hammer

  • Shadow bawah dengan panjang sekitar 2 sampai 3 kali panjang bodi.
  • Sedikit atau tidak ada sama sekali shadow yang terbentuk diatas bodi.
  • Posisi bodi berada di bawah lembah range.
  • Warna bodi tidak begitu penting.

Hanging Man merupakan sinyal pembalikan arah bearish dengan kisaran level resistance yang kuat.

Ketika harga mencapai puncak, pola hanging-man menunjukkan bahwa jumlah trader penjual mulai melebihi jumlah trader pembeli.

Shadow panjang dibawah bodi menunjukkan bahwa trader penjual mendorong harga lebih rendah selama berlangsungnya sesi.

Dan trader pembeli mendorong harga kembali keatas, namun hanya berhasil mendekati harga pembukaan.

Kondisi ini dapat menjadi alarm bahwa jumlah trader pembeli sudah mulai berkurang yang menjaga momentum pergerakan trend naik (uptrend).

Kriteria Hanging Man

  • Shadow bawah dengan panjang sekitar 2 sampai 3 kali panjang bodi.
  • Sedikit atau tidak ada sama sekali shadow diatas bodi.
  • Posisi bodi berada diatas puncak range.
  • Warna tubuhnya tidak penting, hanya saja warna hitam lebih menunjukkan bearish dibandingkan warna putih.

Inverted Hammer dan Shooting Star


Inverted hammer dan shooting star secara fisik juga terlihat mirip, yang membedakan hanya posisi: apakah berada di arah uptrend atau arah downtrend.

Inverted hammer adalah bullish reversal candlestick.

Shooting star adalah bearish reversal candlestick.

Kedua candlestick ini mempunyai bentuk bodi pendek dengan warna hitam atau putih, dengan long upper shadows dan shadow bawah yang pendek atau tanpa shadow.

Inverted Hammer terbentuk ketika harga jatuh dan adanya kemungkinan pembalikkan harga. Long upper shadow menunjukkan bahwa para pembeli berusaha menawar dengan harga yang lebih tinggi.

Akan tetapi, para penjual melihat apa yang dilakukan para pembeli dan berkata, “Oh tidak semudah itu ferguso…hohoho” dan berusaha untuk menekan harga kembali.

Untungnya, para pembeli tidak kalah kuatnya sehingga masih berhasil menutup kembali di dekat harga pembukaan.

Karena para trader penjual sudah tidak mampu menjual dengan harga yang lebih rendah dan atau kemungkinan jumlahnya sudah berkurang karena tidak memiliki barang untuk diperdagangkan… maka dapat dipastikan bahwa yang tertinggal hanya para trader pembeli.

Shooting Star adalah sebuah pola bearish reversal dengan bentuk mirip dengan inverted hammer tetapi terbentuk saat harga sedang bergerak naik.

Bentuknya menunjukkan bahwa harga dibuka pada titik terendah, konsolidasi (bergerak naik), namun akhirnya tetap ditarik ke bawah.

Pada kondisi ini jumlah trader pembeli sudah tidak banyak sehingga tidak mampu menggerakkan harga lebih tinggi dan para trader penjual mulai berdatangan dan melawannya sehingga hargapun mulai anjlok. Ini adalah tanda kepastian bearish karena tidak ada lagi pembeli yang tersisa.