Euro Masih Mendapat Tekanan Setelah Data Inflasi Amerika Masih Memberikan Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga 75 Basis Point The Fed, Walaupun ECB Berencana Juga Menaikkan Suku Bunga di Bulan Juli

Peluang : Bearish Open Sell : 1.05850 Target Profit : 1.04900 Stop Loss : 1.06250 Estimasi Profit/Lot : $950

Analisa Fundamental 


Euro kembali melemah dan diperdagangkan di sekitar 1,0520 setelah rilis angka inflasi AS. Indeks Harga Konsumen berada di 8,3% YoY, sedikit di bawah 8,5% sebelumnya, tetapi lebih tinggi dari yang diharapkan 8,1%. Core CPI tahunan  menghasilkan 6,2% di atas perkiraan pasar. Angka-angka tersebut mencerminkan ekonomi sedang menuju stagflasi, karena inflasi tetap tinggi karena pertumbuhan melambat. Sebelumnya pada hari itu, Jerman merilis pembacaan akhir angka inflasi April. Indeks Harga Konsumen dikonfirmasi pada 7,4% YoY, tertinggi multi-dekade, dan juga menimbulkan masalah bagi Negara dengan ekonomi terbesar di Uni Eropa tersebut.  

Sementara itu, Bank Sentral Eropa telah memutuskan untuk mengejar ketertinggalan dari bank sentral utama lainnya. Presiden Christine Lagarde mengisyaratkan bank sentral bisa menaikkan suku bunga segera setelah Juli karena inflasi terus meningkat. Juga, Gubernur ECB Madis Muller mencatat bahwa program stimulus yang dikenal sebagai APP harus berakhir pada Juli. 

  

Analisa Teknikal 


Grafik harian EURUSD walau melemah namun masih berpola sideways dan menunjukkan kecenderungan bearish yang mencoba break di bawah 1.04700. Posisi candle masih di bawah ke empat timeframe MA, dan RSI masih menunjukkan momentum yang bearish. Hari ini diprediksi EURUSD bergerak di kisaran 1.04900 - 1.05850. 


DISCLAIMER: KONTEN ARTIKEL BERSIFAT SPEKULATIF DAN TIDAK MENJAMIN