Yield Treasury AS Turun Ke Level-Level Awal 2021 Selama Tren Menurun Tiga Hari

By FXSTREETYield obligasi Treasury AS tetap tertekan untuk hari ketiga berturut-turut di tengah sesi Asia Senin. Dengan demikian, pengukur risiko melacak ekspektasi inflasi AS sembari juga membenarkan kekhawatiran terhadap sentimen hawkish Federal Reserve (Fed) AS, yang disampaikan selama minggu lal

By FXSTREET

Yield obligasi Treasury AS tetap tertekan untuk hari ketiga berturut-turut di tengah sesi Asia Senin. Dengan demikian, pengukur risiko melacak ekspektasi inflasi AS sembari juga membenarkan kekhawatiran terhadap sentimen hawkish Federal Reserve (Fed) AS, yang disampaikan selama minggu lalu.

Yield Treasury 10-tahun AS turun tiga basis poin (bps) ke 1,42%, terendah sejak 3 Maret sedangkan yield obligasi 30-tahun memperpanjang penurunan dua hari sebelumnya ke terendah pertengahan Februari di sekitar 2,0%. Di baris yang sama, ekspektasi inflasi AS, per tingkat inflasi breakeven 10-tahun per data St. Louis Federal Reserve (FRED), turun ke level-level terendah sejak awal Maret, di sekitar 2,24% pada saat berita ini dimuat.

Di balik pergerakan tersebut bisa jadi adalah obrolan yang berkembang mengenai kenaikan suku bunga the Fed dan ketidakpastian mengenai paket bantuan infrastruktur Presiden AS Joe Biden. Setelah mendengar revisi ke atas pada perkiraan ekonomi the Fed dan peningkatan dukungan untuk dua kenaikan suku bunga pada tahun 2023, Presiden Fed St. Louis, James Bullard, memperkirakan PCE Inti 3,0% untuk 2021 dan 2,5% untuk 2022 sembari mendukung tapering dimulai pada tahun depan.

Perlu dicatat bahwa Reuters mengeluarkan pembaruan akhir pekan soal pembicaraan belanja infrastruktur di Senat AS sembari mengisyaratkan bahwa rencana tersebut, “telah mendapatkan dukungan di Senat AS, tetapi perselisihan berlanjut pada hari Minggu soal bagaimana belanja harus didanai.” Di tempat lain, kekhawatiran varian delta covid dan Brexit juga membebani sentimen pasar.

Di tengah keadaan di atas, Nikkei turun terbesar sejak awal Mei memimpin pasar Asia ke bawah sedangkan S&P 500 Futures mencetak penurunan intraday 0,20% pada saat berita ini ditulis.

Mengingat kurangnya data/acara utama, selera risiko kemungkinan akan tetap suram menjelang sesi AS ketika data aktivitas Fed Chicago dan pidato pejabat Fed mungkin menawarkan arah baru untuk pasar.