Trade Now
Trading Sekarang! Deposit Sekarang Komisi terendah
Trading Demo Akun Akun Demo Virtual $100000 Buka Akun Real Komisi terendah Trading dengan akun riil Komisi terendah
Trading Game Akun Akun Game Virtual $100000 Buka Akun Real Komisi terendah Trading dengan akun riil Komisi terendah
Trading Demo Akun Akun Demo Virtual $100000 Buka Akun Real Komisi terendah
“Untuk membantu Ibu yang sedang sakit, setiap sore aku harus berjualan gorengan dan kue agar bisa terus bersekolah dan menjadi ahli komputer”. Zaqi

Menjadi seorang yatim tak membuat Muhamad Zaqi Saputra menyerah untuk berhenti sekolah...

Inspirasi

Menjadi seorang yatim tak membuat Muhamad Zaqi Saputra menyerah untuk berhenti sekolah. Meskipun ia harus bergantung pada ibu sebagai pencari nafkah, namun zaki berusaha untuk membantu ibunya. Terbukti semenjak 3 tahun lalu, Ibu zaqi sakit TB paru dan tak bisa keliling berjualan gorengan lagi. Zaqi Pun mulai menggantikan ibunya berjualan.

image.png

Zaqi berusia 12 tahun, dan sekolah di SDN Petemon XII. Untuk pergi sekolah ia setiap harus bersepeda. Karena kondisi ekonomi yang kurang baik, mereka harus terpaksa menjual benda apapun untuk bisa membuat Zaqi dan saudara-saudaranya pergi ke sekolah. 

image.png


Demi bisa sekolah, setiap jam 3 siang Zaqi harus berkeliling menjual gorengannya. Dengan mengayuh sepeda bekas pemberian orang.

Beruntung ada orang baik yang memberi sepeda bekas. Setidaknya Zaqi tidak perlu berjalan kaki untuk menjual dagangannya. Cita-cita zaqi adalah untuk menjadi ahli komputer dan bisa menjadi orang sukses yang membanggakan ibunya.

Zaqi sudah berjualan sejak di bangku kelas 5 SD. Biasanya anak seusianya menghabiskan waktu dengan belajar dan bermain. Tapi tidak untuk Zaqi, yang harus menafkahi keluarga dan terus bertekad agar bisa bersekolah.

“Waktu berjualan kadang kepanasan, kehujanan, pernah kue yang dijual rusak, uang hasil jualan dicuri orang”, ungkap keluh kesah Zaqi ketika berjualan kue keliling.


image.png


Tidak mudah bagi Zaki untuk mencari uang, tapi ia tak pelit untuk berbagi. Biasa jika gorengannya tidak laku, ia bagikan kepada orang-orang masjid saat menjelang maghrib agar zaqi bisa segera pulang dan berkumpul bersama keluarga di rumah.


Ini adalah satu cerita dari jutaan anak Yatim di Indonesia. Keinginan mereka untuk terus bisa sekolah tak akan bisa terealisasi tanpa bantuan kita. Di luaran sana ada anak yang menunggu kebaikan kita, kecil bagi kita bisa jadi sangat bermanfaat bagi mereka. Kami HSB, bangga sudah bisa membantu anak seperti Zaki, semoga kedepannya kita bisa lebih membantu anak Yatim di seluruh Indonesia.