Trade Now
Trading Sekarang! Deposit Sekarang Komisi terendah $ 0
Trading Demo Akun Akun Demo Virtual $100000 Buka Akun Real Komisi terendah $ 0 Trading dengan akun riil Komisi terendah $ 0
Trading Game Akun Akun Game Virtual $100000 Buka Akun Real Komisi terendah $ 0 Trading dengan akun riil Komisi terendah $ 0
Trading Demo Akun Akun Demo Virtual $100000 Buka Akun Real Komisi terendah $ 0
Saham Asia beringsut lebih tinggi, euro bergerak di tengah prospek ekonomi yang lemah.

Saham Asia dan saham berjangka AS naik moderat lebih tinggi pada hari Rabu karena investor mencoba menghilangkan kekhawatiran tentang epidemi virus corona setelah terjadi sedikit penurunan jumlah kasus baru

TOKYO (Reuters) - Saham Asia dan saham berjangka AS naik moderat lebih tinggi pada hari Rabu karena investor mencoba menghilangkan kekhawatiran tentang epidemi virus corona setelah terjadi sedikit penurunan jumlah kasus baru. Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,01 %. Saham Australia naik 0,14%, sedangkan indeks saham Nikkei Jepang naik 0,61%.

 

Euro melemah pada level terendah tiga tahun terhadap dolar karena data jerman yang mengecewakan sebagai ekonomi terbesar Eropa, hal ini telah memicu kekhawatiran bahwa zona euro lebih rentan terhadap guncangan eksternal daripada yang diperkirakan sebelumnya.

 

Kurva Treasury tetap terbalik pada hari Rabu karena yield treasury tiga bulan yang diperdagangkan di atas yield treasury 10-tahun sebagai tanda bahwa beberapa investor tetap berhati-hati tentang prospek.

 

China, ekonomi terbesar kedua di dunia, masih berjuang untuk membangun kembali sektor manufakturnya setelah memperketat akses keluar dan masuk untuk menahan virus yang muncul di provinsi Hubei, Cina tengah, akhir tahun lalu.

 

Banyak investor melihat data China tentang virus yang dijuluki SARS-CoV-2 dengan sikap skeptis, tetapi ada harapan bahwa para pejabat akan meluncurkan lebih banyak stimulus untuk mendukung permulihan ekonomi.

 

"faktor ide yang mendorong pasar adalah tindakan yang diambil Tiongkok untuk memulihkan ekonominya," kata Michael McCarthy, kepala strategi CMC Markets di Sydney. Kekhawatiran investor tentang dampak virus ini pada permintaan global akan diimbangi oleh harapan bahwa bank sentral global akan mengambil tindakan penyelamatan."

 

U.S. stock futures naik 0,24% di sesi Asia pada hari Rabu. S&P 500 turun 0,29% pada hari Selasa setelah Apple Inc mengatakan akan kehilangan target penjualan karena virus di China menekan rantai pasokannya.

 

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan pada hari Rabu tentang konfirmasi 1.749 kasus baru terkait infeksi coronavirus pada hari Selasa, turun dari 1.886 sehari sebelumnya dan level terendah sejak 29 Januari 2019.

 

Banyak investor tetap khawatir tentang standar pelaporan China terkait virus ini. Selain itu, penyakit sejenis flu baru sudah menyebar ke 24 negara lain.

 

Bank Rakyat China memangkas suku bunga pinjaman jangka menengah pada hari Senin, yang diharapkan akan membuka jalan bagi pengurangan suku bunga pinjaman utama negara itu pada hari Kamis, karena pembuat kebijakan mencoba untuk meredakan kekhawatiran finansial yang disebabkan epidemi virus.

 

Di pasar mata uang, euro diperdagangkan pada $ 1,0796, mendekati level terendah sejak April 2017.

 

Mata uang ini jatuh melalui level support yang diawasi ketat di $ 1,08 pada hari Rabu setelah survei menunjukkan penurunan tajam dalam sentimen investor Jerman karena coronavirus.

 

Dalam perdagangan luar negeri, yuan dikutip pada 7,0064 per dolar, dekat dengan level terendah dalam seminggu, karena para pedagang terus merenungkan dampak ekonomi dari virus tersebut.

 

Yield Treasury tiga-bulan dilaporkan di 1,5765% di sesi Asia pada hari Rabu, yang lebih tinggi dari yield treasury 10-tahun 1,5593%.

 

Kurva yiel treasury berbanding terbalik ketika hasil jangka pendek diperdagangkan di atas hasil jangka panjang dan sering dianggap sebagai tanda resesi di satu atau dua tahun mendatang.

 

U.S. crude oil naik 0,21% menjadi $ 52,16 per barel karena pengurangan pasokan dari Libya mengimbangi kekhawatiran tentang melemahnya permintaan China untuk komoditi.

 

Harapan bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutu termasuk Rusia akan memangkas produksi lebih lanjut yang seharusnya memberikan dukungan pada harga.

 

Grup yang dikenal sebagai OPEC plus akan bertemu di Wina pada 6 Maret 2020.