Trade Now
Trading Sekarang! Deposit Sekarang Komisi trading serendah $1
Trading Demo Akun Akun Demo Virtual $100000 Buka Akun Real Komisi trading serendah $1
Trading Demo Akun Akun Demo Virtual $100000 Buka Akun Real Komisi trading serendah $1
Kekhawatiran Internal-Eksternal Ekonomi Australia, 3 faktor menentukan pergerakan nilai tukar AUD

Pengangguran naik, AUD / USD jatuh ke support 0,6800

Pekan lalu, AUD / USD turun sebanyak 1,5% atau di sekitar 0,6800 selama tiga hari berturut-turut, koreksi yang kuat dari tren dua minggu sebelumnya. Ketika tingkat pengangguran naik dan hubungan AS-Iran semakin memburuk serta tiga faktor utama dari indeks dolar AS akan menyeret AUD / USD ke arah mana?

 

Pengangguran naik, AUD / USD jatuh ke support 0,6800

 

Risalah pertemuan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia bulan September telah diumumkan pada Senin lalu (16 September) dengan sentimen dovish, Reserve Bank of Australia mengatakan akan mempertimbangkan pelonggaran moneter lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mempercepat laju inflasi, sambil menekankan bahwa laju investasi sektor perumahan baru-baru ini  mungkin semakin lemah. Nada dovish dari risalah rapat memberikan kemungkinan bagi Reserve Bank of Australia untuk memangkas suku bunga lagi sepanjang tahun ini, terutama setelah Federal Reserve AS mengumumkan penurunan suku bunga 25 basis poin pada Kamis lalu (19 September), dibayangi memanasnya kekhawatiran pasar tentang laju pertumbuhan ekonomi global mempengaruhi perekonomian Australia.

 

Data ketenagakerjaan Australia yang dirilis pada Kamis lalu (19 September) tidak memuaskan. Meskipun data ketenagakerjaan pada bulan Agustus sangat mengesankan dengan rekor 34.700 orang, dimana lebih baik dari peningkatan yang diperkirakan 15.000 orang, tetapi rincian data lapangan kerja tersebut dikaitkan dengan peningkatan pekerjaan paruh-waktu, Fenomena ini menunjukkan bahwa kenaikan pasokan tenaga kerja menyeimbangkan permintaan tenaga kerja. Kesenjangan antara pertumbuhan lapangan kerja dan pertumbuhan upah akan semakin melebar.

 

Menurut laporan data, laju pertumbuhan pekerjaan paruh-waktu di Australia meningkat sebesar 50.200 pada bulan Agustus, lebih baik dari laju pertumbuhan sebelumnya, yaitu 4.400, sedangkan laju pertumbuhan pekerjaan penuh-waktu menurun 15.500, berkurang dari peningkatan sebelumnya, yaitu 32.000. Persentase peluang kerja penuh-waktu juga berada pada level terendah lebih dari setahun.

 

Lebih penting lagi, tingkat pengangguran musiman yang disesuaikan bulan Agustus naik menjadi 5,3%, lebih tinggi dari yang diperkirakan 5,2%, level tertinggi sejak bulan Agustus 2018. Mengingat bahwa Reserve Bank of Australia secara konsisten akan menurunkan tingkat pengangguran menjadi 4,5% serta mendorong kenaikan upah dan meningkatkan inflasi, kinerja data yang lemah ini tidak diragukan lagi menyebabkan Reserve Bank of Australia memangkas suku bunga kembali sepanjang tahun ini. Sejak minggu lalu, 16 September 2019, AUD / USD turun tajam lebih dari 100 poin dengan resistance di 0,6884 dan support di 0,6760, mencapai harga terendah baru lebih dari dua minggu dengan mencatat penurunan tiga hari.

 

Perbedaan kebijakan moneter antara Australia dan AS diperkirakan akan semakin meluas.

 

Laporan keputusan suku bunga Fed pada 19 September kamis lalu seperti yang diharapkan pasar untuk memotong suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, di sisi lain juga mengurangi tingkat suku bunga diskonto sebesar 30 basis poin. Meskipun pertemuan tersebut menyoroti perbedaan pendapat internal Fed, pernyataan hawkish dari Ketua Fed Powell sangat mendukung indeks dolar AS. Saat ini, indeks dolar AS tetap terkonsolidasi di atas 98,00 dan tetap stabil di garis uptrend jangka pendek.

 

Perlu dicatat bahwa Jumat lalu (20 September) sekelompok pejabat Fed berbicara tentang kebijakan moneter, kelompok hawkish dari Dallas Kaplan dan Boston Rosen Glenn menekankan kembali untuk tidak menurunkan suku bunga acuan kembali.

 

Dallash Kaplan menekankan bahwa data manufaktur AS dan laju investasi sektor bisnis melemah, tetapi laju pengeluaran konsumen mengalami penguatan, Dallash Kaplan dan Wakil Ketua Fed Clarida menyatakan keraguan tentang suku bunga negatif, sedangkan Rosengren mengatakan meskipun ekonomi AS mengalami pukulan berat tapi tetap sehat tidak perlu ada pelonggaran ekstra.

 

Presiden Fed St Louis James Brad mengatakan bahwa Fed harus memangkas suku bunga acuan lebih dari 25 basis poin minggu ini, karena ia khawatir laju ekonomi melambat dan pertumbuhan manufaktur memasuki resesi. Tetapi pada saat yang sama, Brad juga mengatakan bahwa jika perlu, ia akan lebih suka memotong suku bunga "secara radikal" dan kemudian menaikkannya kembali.

 

Dengan melihat data ekonomi AS yang dirilis sejak bulan Juli menunjukkan perbaikan, dimana sektor industri manufaktur AS belum menunjukkan tanda-tanda pelambatan, sementara tingkat inflasi terus meningkat menuju level 2% saat ini, meskipun The Fed saat ini tidak setuju dengan pemotongan suku bunga acuan dalam jangka pendek, tetapi jika Data ekonomi terus meningkat dan arah kebijakan moneter The Fed dalam jangka menengah diperkirakan akan lebih cenderung menaikkan daripada memotong suku bunga acuan.

 

Saat ini, pasar mengharapkan Fed untuk memangkas suku bunga sekali lagi sepanjang tahun ini dan sekali lagi pada tahun 2020. Dengan mengikuti penurunan tajam suku bunga The Fed, perbedaan kebijakan moneter antara AS dan Australia diharapkan akan memberikan momentum penurunan lebih lanjut untuk AUD / USD.

 

 

 

 

 

 

 

Risiko gangguan pasokan minyak mentah pada ekonomi Australia.

 

Sejak serangan terhadap Arab Saudi akhir pekan lalu, hubungan antara Amerika Serikat dan Iran terusi memburuk, insiden itu menjadi salah satu fokus pasar. Meskipun Arab Saudi telah berulang kali menyatakan bahwa produksi minyak mentahnya diperkirakan akan kembali normal sebelum akhir bulan September.

 

Pada hari Jumat (20 September), Amerika Serikat mengumumkan putaran baru sanksi terhadap Iran. Departemen Keuangan AS mengeluarkan pernyataan bahwa AS menargetkan Bank Sentral Iran, Dana Pembangunan Nasional Iran dan perusahaan Iran.

 

Presiden AS Trump menyebut ini sebagai sanksi tertinggi yang dijatuhkan pada suatu negara. Dilaporkan bahwa Arab Saudi akan mengambil langkah-langkah yang tepat setelah penyelidikan serangan, sedangkan pihak Iran juga akan merespon pernyataaan ini. Terus memburuknya hubungan AS-Iran telah menyebabkan pasar khawatir akan meningkatkan konflik lebih jauh, dan mempengaruhi stabilitas Selat Hormuz.

 

Perlu dicatat bahwa meskipun Australia memiliki cadangan gas alam, batu bara, dan energi lainnya yang melimpah, Australia tidak memperhatikan dampak risiko geopolitik terhadap harga minyak. Menurut data terakhir dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Energi Australia, cadangan minyak Australia kurang dari sepertiga, artinya cadangan hanya untuk 28 hari bahan bakar. Bahkan jika perusahaan minyak Australia beroperasi dengan kapasitas penuh, mereka tidak dapat memenuhi 25% dari permintaan minyak domestik.

 

Dengan situasi ini, jika konflik militer AS-Iran semakin meningkat, harga bensin di Australia akan meningkat menjadi 2 AUD per liter, ketika tekanan konsumsi rumah tangga meningkat, dengan mengimbangi ketentuan potongan pajak terbaru, diikuti penurunan suku bunga acuan menyebabkan pelemahan ekonomi, yang pada gilirannya akan semakin menekan pengeluaran konsumen. Kenaikan inflasi akan memperburuk keadaan.

 

Investor harus fokus pada keputusan suku bunga bank sentral September Selandia Baru yang diumumkan pada hari Rabu (25 September), pasar mempekirakan Reserve Bank of New Zealand akan menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan tersebut, mengingat Selandia Baru terkait erat dengan ekonomi Australia, kebijakan ini akan meningkatkan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan oleh Reserve Bank of Australia.

image.png