Menabung adalah untuk masa depan

uang hanya akan bernilai ketika digunakan dengan benar

Menabung di saat suku bunga rendah = kehilangan uang


Menabung uang di Bank di saat suku bunga rendah sama saja kita kehilangan uang. Deposito dengan suku bunga rendah hanya cocok sebagai alat investasi jangka panjang, namun deposito bank tidak memiliki manfaat berlipat.

Daya beli berkurang karena inflasi dan menurunnya pengembalian riil. Tentu saja kita dapat menyimpan rekening dalam bentuk dana cair yang sewaktu-waktu bisa di ambil. Dari sudut pandang ekonomi, semakin cepat uang digunakan, semakin bernilai uang itu dan semakin tinggi utilitas ekonominya.

 

Uang hanya bernilai jika digunakan.

Orang yang menabung berlebih bersikap konservatif dan enggan mengambil risiko. Sebenarnya, tidak mengambil risiko menjadi risiko tersendiri.

 

Mari kita lihat contoh Hadiah Nobel


image.png

Pada tahun 1896, Nobel menyumbangkan $ 9,8 juta sebagai dana asli, namun penghargaan setiap tahunnya menghabiskan setidaknya $ 5 juta uang hadiah.

Untuk menghindari risiko, Nobel mengambil bentuk pengolahan keuangan deposito Bank dan pembelian obligasi. Akibatnya, Nobel hanya memiliki kurang lebih $ 3 juta dana tersisa pada tahun 1953. Tidak cukup untuk mengirim uang hadiah. Namun pada tahun itu pula, Nobel mengubah dari sistem penyetoran bank dan pembelian obligasi, ke dalam bentuk saham investasi dan real estat. Dan pada tahun 1993, total aset Institusi tersebut telah berlipat lebih dari $ 200 juta.

 

Kemampuan dalam mengolah keuangan menjadi tolak ukur meraup kekayaan.

Pepatah mengatakan "Jika Anda ingin menjadi orang kaya, lihat apa yang dilakukan orang kaya dan kemudian ikuti."

Hasil survei menunjukkan bahwa, 80% jutawan adalah generasi pertama.

Apa artinya, kekayaan mereka bukan hasil warisan keluarga, mereka berpenghasilan sendiri, dan kebanyakan memiliki bisnis sendiri.

Mereka hemat, tahu bagaimana cara menghasilkan uang daripada menghabiskannya, pandai mengelola uang dan tahu harus menyimpan uang untuk berinvestasi, meskipun pendapatan mereka bukan yang tertinggi, tetapi seiring waktu akumulasi aset bersih mereka diatas mayoritas orang yang seumur hidupnya mencari uang. Mereka tahu cara menyerang (menghasilkan uang) dan tahu bagaimana mempertahankan (menjaga aset).

 

Jangan tunggu sampai Anda punya uang untuk mengolahnya.

Strategi teraman dalam berinvestasi adalah memulai melakukannya, dan kemudian menunggu peluang alih-alih peluang untuk berinvestasi kembali.

 

Penundaan adalah penyebab utama kegagalan keuangan. Banyak orang memiliki mentalitas manajemen keuangan. Namun ketika mereka bertambah usia, mereka hanya menyaksikan pertumbuhan cepat kekayaan orang lain, mereka akhirnya menyadari pentingnya manajemen keuangan. Pada saat ini, Anda telah kehilangan kesempatan dengan manfaat bunga berlipat .

Manajemen kekayaan harus dimulai dari usia muda. Salah satu uang untuk menjadi kaya ketika Anda masih muda, Anda dapat berinvestasi ketika Anda masih muda, sehingga Anda dapat memiliki cukup waktu untuk membuat bunga berlipat.


Tiga elemen dalam berinvestasi : kontinu menabung, pengembalian stabil, dan penantian.

 

Di bawah pengaruh bunga berlipat, perbedaan antara input dan output jauh lebih besar dari imajinasi Anda. Perilaku investasi jangka panjang jauh lebih baik daripada bunga gabungan yang dihasilkan oleh sekali investasi.

Jangan menunggu sampai Anda menghasilkan banyak uang baru melakukan investasi.

 

Jangan takut dalam mengambil resiko investasi

Disini yang perlu ditekankan adalah Anda jangan mengambil risiko yang tidak perlu. Seperti: perdagangan margin valuta asing, perdagangan margin obligasi, lotre Mark Six, lotere, dan operasi saham jangka pendek semua itu beresiko tinggi. Ketika kita membuat pilihan pilihan diatas kita akan menanggung resiko kehilangan semua uang kita.

 

Namun Anda juga perlu tahu bila ingin mendapatkan profit dalam berinvestasi, jangan takut berhadapan dengan resiko yang lebih rendah. karena perubahan dunia di masa depan akan jauh ebih cepat dan itu akan berpengaruh pada perubahan dalam semua aspek bisnis, ekonomi, keuangan, politik, serta kehidupan masyarakat. Redistribusi kekayaan di masa depan pasti akan semakin cepat.

 

Mungkin di masa lalu Anda takut mengambil risiko, Anda hidup nyaman-nyaman saja, tetapi dalam menghadapi lingkungan investasi yang terus berubah, tidak mengambil risiko justru menjadi resiko tersendiri.

Contoh ini dapat kita lihat di era 80an: Tiap rumah tangga selalu menyimpan uang mereka di bank, atau orang kaya tidak pernah berinvestasi di real estat, tidak berpartisipasi dalam pasar saham. perubahan ini lebih dari satu dekade telah membuktikan bahwa dengan tidak mengambil risiko menghasilkan resiko yang lebih besar.


Cerdas dalam melakukan Investasi utang

image.png


Bukankah seharusnya Anda berinvestasi jika Anda tidak punya uang? Itu tergantung pada apakah Anda dapat menangkap peluang investasi. Penggunaan investasi utang yang tepat dapat mempercepat kecepatan kita untuk menjadi kaya, dan jangan takut untuk berinvestasi dalam utang, tetapi kita harus berhati-hati melakukannya.

 

Misalkan Anda membeli rumah secara tunai sebesar 1 miliyar, setelah satu tahun anda menjualnya kembali seharga 1,3 miliyar, keuntungan anda menjadi 30%.

Namun jika Anda membayar dengan uang muka Rp.300.000.000,- dan sisanya Rp.700.000.000,- dengan bunga pinjaman 10% dari bank, satu tahun kemudian ketika Anda menjualnya dengan harga yang sama sebesar1,3 miliyar, maka kenaikan suku bunga anda sebesar 77%.

Sebaliknya, bila setelah satu tahun harga jual rumah itu menurun 30% ketika dijual kembali seharga Rp.700.000.000,- maka semua orang yang membeli secara tunai rumah itu akan kehilangan 30% dari keuntungan.

Jika rumah tersebut Anda telah membayar Rp.300.000.000,- secara tunai, sisanya Rp.700.000.000,- dibeli dari pinjaman bank dengan tingkat bunga 10%, Anda akan merugi 125%.

 

Ketika pengembalian investasi lebih tinggi dari tingkat bunga pinjaman, investasi atas utang akan meningkatkan laba atas investasi. Namun ketika laba atas investasi lebih rendah daripada tingkat bunga pinjaman, investasi atas utang akan mengurangi profit atas investasi. Peran leverage keuangan seperti jungkat-jungkit. Dapat melambungkan orang sangat tinggi, tetapi juga dapat membuat orang jatuh dengan buruk

 

Prinsip investasi utang

1. Penghasilan harus stabil, setidaknya bunga dapat dibayarkan tepat waktu, atau dapat mengembalikan hutang perbulanannya.

2, Aset pribadi harus terakumulasi, sehingga ada jaminanan investasi dan dapat diandalkan.

 

Kita juga membutuhkan saran dari para profesional. Jika Anda ingin menjalani kehidupan yang baik dan menuju jalan sukses, Anda patut belajar menggunakan kekuatan Anda dan memanfaatkan waktu orang lain untuk menghasilkan uang bersama, belajar untuk mempercayakan pengelolahan uang dan belajar menggunakan kebijaksanaan orang lain. Ini namanya “setiap bidang ada ahlinya”.